• KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP
  • Jl. Raja Kecik No. 22 Siak Sri indrapura Tel: (0764) 20346
  • ==================================================================

Strategi dan Kebijakan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak


A. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN

  1. Tantangan

Tantangan yang dihadapi Kantor Perpustakaan dan Arsip sebagai kelemahan eksternal, yaitu hambatan dan kesulitan yang ada diluar Perpustakaan dan Arsip. Hal-hal tersebut yang dihadapi dan dirasakan oleh masyarakat yang memakai jasa perpustakaandan arsip. Sama halnya dengan kelemahan internal, maka eksternal harus juga diatasi karena akan berpengaruh terhadap keberhasilan penyelenggaraan perpustakaan. Tantangan/ancaman eksternal itu meliputi:

  1. Adanya jarak atau “gap” memisahkan antara perpustakaan, arsip dan masyarakat;
  2. Adanya keterbatasan akses informasi dan komunikasi;
  3. Kurangnya sosialisasi;
  4. Respon dan perhatian masyarakat relatif rendah;
  5. Persepsi yang keliru dan tidak lengkap tentang perpustakaan dan arsip;
  6. Minat masyarakat terhadap perpustakaan dan arsip relatif rendah;
  7. Tingkat kesibukan/waktu masyarakat terbatas;
  8. Kebutuhan;
  9. Situasi dan kondisi yang kurang/belum mendukung motivasi masyarakat keperpustakaan.
  1. Peluang/kesempatan


Peluang atau kesempatan dalam analisis SWOT disebut “opportunity” adalah waktu dalam pengertian “moment” yang dimiliki Perpustakaan dan Arsip untuk dapat melakukan atau berbuat hal yang berguna. Ada istilah yang sering dikatakan yang berbunyi kesempatan tidak datang dua kali. Pengertian tentang kesempatan dapat dihubungkan dengan antara lain :      

  1. Ketersediaan dana;
  2. Adanya kebijakan dan perhatian pimpinan;
  3. Adanya sarana dan prasarana;
  4. Adanya komitmen pemimpin;
  5. Adanya harapan optimistis.
  1.  Kesempatan yang dimiliki Perpustakaan dan Arsip antara lain adalah:
  1. Perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan;
  2. Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi;
  3. Perkembangan bidang pendidikan;
  4. Kebijakan pemerintah dibidang Perpustakaan dan Arsip;


B. ISU- ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Dewasa ini dalam dunia perpustakaan dan kearsipan telah berkembang isu–isu strategis, isu-isu tersebut tidak terbatas pada bidang perpustakaan dan arsip saja melainkan terkait pada bidang lain, misal pendidikan, kebudayaan, sosial, dan teknologi informasi. Insan-insan pustakawan dan arsiparis, semestinya tertarik dan menaruh minat terhadap isu-isu strategis tersebut antara lain:

  1. Perpustakaan untuk kita semua;
  2. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan kwalitas hidup;
  3. Minat dan budaya baca;
  4. Perpustakaan sebagai sarana pendidikan sepanjang hayat (long life education);
  5. Perpustakaan merupakan agen perubahan;
  6. Perpustakaan kemaren, kini, dan esok;
  7. Aplikasi teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan dan arsip;
  8. Pengaman dan perlindungan informasi arsip yang bernilai guna sebagai bahan pertanggung jawaban nasional.


C. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN

Pada dasarnya tidak ada satupun organisasi yang tidak menghadapi permasalahan dalam menjalankan tugas-tugas dan fungsinya, sehingga di dalam menjalankan misinya selalu mulus, tanpa menemui masalah sama sekali. Sama halnya untuk perpustakaan, tentu menghadapi pula permasalahan. Yang membedakannya adalah jenis, waktu, tingkat kompleksitas, bobot permasalahan bagi masing-masing lembaga tersebut. Sebaiknya harus berupaya bagaimana cara mencari jalan keluar untuk mengatasi semua persoalan. Namun secara garis besar yang dihadapi hampir sama atau tidak jauh berbeda. Pada umumnya keterbatasan yang dihadapi oleh perpustakaan di Indonesia baik internal maupun eksternal.

  1. Internal
  1. Sumber pembiayaan;
  2. Jumlah, jenis dan mutu koleksi bahan pustaka;
  3. Jumlah, dan mutu sumber daya manusia;
  4. Sarana dan prasarana;
  5. Perabot dan perlengkapan;
  6. Sosialisasi;
  7. Perhatian dari instansi induk/ atasan.

 

  1. Eksternal
 
  1. Minat dan budaya baca masyarakat yang umunya relative rendah;
  2. Perhatian, respon dan tanggapan masyarakat yang masih terbatas;
  3. Informasi dan akses ke perpustakan masih terbatas;
  4. Keasadaran tentang perlunya perpustakaan belum tumbuh dan berkembang baik;
  5. Kondisi sosial budaya dan sosial ekonomi belum sepenuhnya menunjang;Adanya “jarak” yang memisahkan antara perpustakaan dan masyarakat.. 


Ditinjau dari segi manajemen permasalahan yang dihadapi perpustakaan antara lain: para manejer, pemimpin baik dari tingkat puncak (Top), tengah (midle), maupun manejer bawah (lower). Selain memiliki kemampuan di bidang perpustakaan, juga perlu menguasai kemampuan manejerial yang memadai agar mampu memimpin, mengendalikan, dan memanfaatkan semua unsur dan faktor – faktor di perpustakaan dan arsip. Faktor – factor yang dimaksud adalah :

  1. Sumber daya manusia perlu diperhatikan dalam hal-hal:
  1. Bagaimana bentuk dan mempersiapkan tenaga yang dapat berpikir rasional, memiliki kemampuan yang tangguh, sembada, dan mumpuni (capable), professional, proporsional, dan smart (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude);
  2. Semangat (spirit) bekerja, disiplin, tahu menghargai waktu, menjaga kepercayaan, kredibilitas, tepat janji, jujur;
  3. Dapat bekerjasama (team work), lomunikatif, berkoordinasi, ramah tamah (friendly), efisien dan ekonomis.

 

  1. Faktor-faktor atau unsur-unsur, baik yang pokok (subtantif) maupun sebagai penunjang (fasilitatif) dalam perpustakaan yang merupakan suatu keharusan (condition sine quanon) tidak dapat diabaikan.

 

D. TELAAH VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH

 
Visi :

Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Siak Yang Sehat,Cerdas danSejahtera Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamisdan Berbudaya Melayu Serta Mewujudkan Pelayanan Publik Terbaik di Provinsi Riau Tahun 2016 ”.

 Misi :

  1. Meningkatkan Kualitas SDM, beriman dan Bertaqwa serta berbudi pekerti luhur melalui pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan keagamaan;
  2. Mengembangkan perekonomian daerah dan masyarakat melalui pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata, pertanian perkebuanan, perikanan dan peternakan serta sektor-sektor produktif lainnya dan dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang terbarukan;
  3. Menanggulangi kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perekonomian perdesaan, pembangunan sektor ketenagakerjaan serta pemerataan dan pengendalian kependudukan;
  4. Membangun, meningkatkan dan memeratakan pembangunan infrastruktur daerah melalui peningkatan prasarana jalan jembatan pelabuhan, energi listrik, pengelolaan sumber daya air, pengelolaan lingkungan, penataan ruang dan perumahan;
  5. Mengimplementasikan tata kelola pemerintahan yang baik dan pemerintahan bersih (good gonvernance & clean government) serta menerapkan penerapan standar pelayanan minimal (SPM) bidang pelayanan dan perizinan.

 
E. PENENTUAN ISU- ISU STRATEGIS

Isu strategis pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak adalah:

Urusan Arsip :

  • Masih rendahnya kesadaran bagi pengelolaan Arsip di setiap SKPD;
  • Masih rendahnya keterampilan bagi pengelolaan arsip.

 
Urusan Pustaka:

  • Masih rendahnya minat budaya baca masyarakat;
  • Masih Relatif Rendahnya angka pertisipasi sekolah;
  • Masih Relatif rendahnya persentase ketersediaan fasilitas pelayanan;
  • Rendahnya rasio buku dan Pengunjung.